logo

bg-h4-whiteKolumnis


Jumat, 29 May 2020 | 07:46

Honda Dituduh Curang, Dendam Kepada Lorenzo

Penulis : Ari Pit Stop
img1

img1

ARIPITSTOP

Pandemi virus Corona memang merusak segalanya, di MotoGP selain jadwal yang amburadul, pihak Dorna juga harus membuat regulasi khusus musim 2020 agar balapan bisa tetap berjalan.

Asosiasi Pabrikan Motor Balap (MSMA) baru-baru ini sepakat bahwa hanya pembalap reguler yang akan berkompetisi di MotoGP musim ini, alasan MSMA membuat keputusan demikian adalah demi mengurangi jumlah partisipan di MotoGP. Ini artinya para pembalap test tider tidak bisa ikut balapan MotoGP 2020 kecuali menggantikan jika ada pembalap reguler yang cidera.

Atas keputusan ini maka pembalap seperti Lorenzo (Yamaha), Michele Pirro (Ducati), Stefan Bradl (Honda), Sylvain Guintoli (Suzuki), Dani Pedrosa (KTM), dan Bradley Smith (Aprilia) juga terpaksa menepi. Kecuali satu nama yaitu Bradley Smith paling berpeluang untuk mentas semenjak Iannone masih berkutat dengan kasus doping.

Atas keputusan ini, Michele Pirro secara terang-terangan mengutarakan kekecewaannya dan menuding ada konspirasi dari Honda atas keputusan ini dengan tujuan agar Lorenzo tidak bisa turun balapan di musim 2020 dengan status wildcard selaku test rider dari Yamaha.

“Saya sangat kecewa. Mengambil keputusan sedini ini menurut saya tidak tepat. Entah apakah ini adalah cara mereka untuk mendorong seseorang ‘membayar’ atas ‘sesuatu’ yang sudah ia lakukan. Mungkin Honda ingin membuat Jorge kapok karena telah kembali ke Yamaha,” ujar Pirro dilansir dari Motosprint.

Bantahan dari pihak Honda

Atas tudingan ini, Puig langsung membantah dan mengatakan jika ucapan Pirro sangat tidak beralasan sangat memalukan dan tak pantas.

“Komentar itu memalukan dan tak pantas. Saya tak paham dari mana ia dapat pikiran itu. Honda, seperti semua pabrikan di MotoGP, bekerja sangat keras demi memahami peluang menggelar musim balap. Kami menjalani banyak rapat dalam periode ini demi mendapat kesepakatan dengan semua pabrikan,” ujarnya via Crash.net.

Puig pun menyatakan Honda telah memutuskan tak mengaplikasikan berbagai terobosan teknologi demi kebaikan MotoGP, mengingat GPC telah memutuskan untuk membekukan pengembangan motor sampai 2021 mendatang.

“Kami telah melakukannya demi kebaikan olahraga ini, demi mempertahankan kesetaraan di antara semua pabrikan. Ini tak mudah, kami semua harus beradaptasi, demi kembali menjalankan kejuaraan dunia seperti sediakala,” ungkapnya.

“Inilah mengapa sangat menyakitkan saat ada orang yang membela tim pabrikan justru memberi komentar macam ini dalam masa yang sulit dan kritis bagi semua orang. Saya yakin Pirro harusnya tahu Honda menghormati Lorenzo. Kami mengakhiri kerja sama tahun lalu dengan cara yang baik dan terhormat, dan kami mengharapkan yang terbaik untuknya,” tutupnya.


Kolumnis adalah fitur citizen journalism, setiap konten (teks, foto, video dan infografis) menjadi tanggung jawab kolumnis (penulis) itu sendiri. Redaksi Otojurnalisme.com tidak bertanggungjawab atas segala tuntutan dari pihak manapun atas konten yang ditayangkan oleh kolumnis.
SHARE THIS ARTICLE :

Profile

ARIPITSTOP
aripitstop.otojurnalisme.com

Join Date : Rabu, 26/10/2016 08:33

Pojok Kolumnis


ARIPITSTOP
Aripitsto
OtoXplore
Otoxplore
Dhika
Dhika
Elang
Elang
Rilis
Rilis
ZonaVanza
Zonavanza
Rider
Rider
Otowheel
Otowheel

Video

logo1

OTOJURNALISME.COM adalah portal berita otomotif pertama di Indonesia yang mengkolaborasikan konten JURNALISTIK dan ulasan para KOLUMNIS yang expert di bidang otomotif
Alamat : Jl. Tanjung Barat Raya No. 11 A Jakarta Selatan - DKI Jakarta - Indonesia
Telp: 021-22701245
email: [email protected]
Facebook
Twitter